Hari itu, toko kue *Sweet Home Arkan Bakery* tengah ramai oleh pelanggan. Valora berdiri di balik meja kasir, melayani pembeli dengan senyuman profesional. Namun, di balik senyum itu, hatinya masih bergelut dengan perasaan campur aduk sejak kedatangannya kembali ke Jakarta. Toko kue ini adalah pencapaiannya, simbol keberhasilan atas perjuangannya setelah dikhianati dan ditinggalkan oleh seseorang yang dulu ia cintai—Ares. Pintu toko berbunyi, menandakan seorang pelanggan masuk. Valora mendongak, dan matanya langsung bertemu dengan Ares yang berjalan ke arahnya dengan senyuman lebar. Langkah pria itu penuh percaya diri, membawa sebuket bunga mawar merah yang indah. Valora langsung mengernyit, menaikkan sebelah alisnya. **“Mau apa dia ke sini lagi?”** pikirnya. Ketika Ares sampai di h

