Pagi yang cerah di tepi jalan raya Surabaya membawa suasana semangat. Udara sejuk dengan aroma roti yang baru dipanggang memenuhi udara dari sebuah toko kue kecil namun penuh kehangatan. Valora berdiri di depan tokonya, menatap papan nama yang terpasang rapi di atas pintu: *“Sweet Home Arkan Bakery”*. Matanya berkaca-kaca, dan senyum bahagia tidak pernah lepas dari wajahnya. “Ini semua seperti mimpi,” gumamnya pelan. Di sisi kanan, Bapak berdiri gagah meski rambutnya mulai memutih. Di sisi kiri, Ibu tampak anggun, menggendong Arkan yang baru berusia tiga bulan. Kedua orang tua itu menyaksikan putri mereka dengan tatapan bangga. Melihat Valora yang kini telah bangkit dari keterpurukan setelah setahun penuh air mata dan perjuangan, hati mereka dipenuhi rasa syukur. “Valora, ayo potong