Di sebuah kafe kecil yang terletak di sudut kota, suasana sore itu terasa hangat dan akrab. Ares duduk santai di bangku kayu dengan Valora di sampingnya. Senyum di wajah Ares tidak pernah memudar, terutama saat matanya tertuju pada Valora yang tengah menyeruput teh hangat. Hari itu mereka bertemu dengan Kean, Gavin, dan Revando, tiga sahabat yang selalu hadir dalam setiap momen penting kehidupan Ares. Ares tidak pernah bisa menahan diri untuk menggoda Valora. Sesekali, tangannya menyentuh lengan Valora dengan ringan, membuat gadis itu mendelik kesal. “Ares, berhenti! Jangan ganggu aku!” ujar Valora sambil menepis tangan Ares. Namun, bukannya berhenti, Ares justru mendekatkan wajahnya, hingga bibirnya hampir menyentuh telinga Valora. “Calon istriku...” bisik Ares dengan suara lembut, tapi

