Ares berdiri di depan pintu apartemen Valora. Tangannya gemetar sedikit saat ia mengangkat kantong kertas berisi ayam goreng dan cokelat Dubai yang ia beli. Ia menarik napas panjang, mencoba mengumpulkan keberanian sebelum mengetuk pintu. *Tok tok tok.* Pintu terbuka, dan Ibu Valora muncul dari baliknya. Wajah Ibu menatap Ares dengan datar, tidak menunjukkan rasa senang maupun marah. "Mau apa kamu ke sini?" tanyanya singkat. Ares menunduk sedikit, merasa segan dengan tatapan itu. “Saya mau bertemu Valora, Bu. Dan… saya bawakan ayam goreng untuk Arkan. Saya juga bawa cokelat Dubai kesukaannya,” katanya pelan. Ibu menghela napas panjang, lalu menyingkir sedikit dari pintu. “Masuklah. Tapi jangan terlalu lama.” Mata Ares langsung berbinar, ia mengangguk cepat. “Terima kasih, Bu

