RSC-56

1263 Kata

Ares berdiri di depan pintu apartemen Valora, membawa sebungkus ayam goreng yang sudah ia tahu menjadi favorit Arkan. Hatinya berdebar, namun semangatnya tetap utuh. Ia mengetuk pintu perlahan, mencoba tidak membuat suasana terlalu mendadak. Tak lama, pintu terbuka, menampilkan wajah Valora yang langsung menghela napas panjang. Matanya mengarah pada bungkus ayam goreng di tangan Ares, dan ia tidak bisa menahan rasa lelahnya. “Ares, serius, sampai kapan kamu akan datang membawa ini?” tanya Valora tanpa ekspresi, namun nada suaranya menunjukkan kelelahan. Ares tersenyum tipis. “Sampai Arkan tidak lagi menolak kehadiranku, atau sampai kamu percaya padaku lagi.” Valora mendengus kecil, lalu melirik jam dinding. Ibu dan Bapak sedang di toko kue, dan ia sendiri tidak ingin menciptaka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN