RSC-64

1879 Kata

Ruangan itu sunyi, hanya suara jam dinding yang berdetak perlahan menemani. Ares duduk di sofa ruang tamu apartemen Valora, secangkir teh hangat terletak di meja kecil di depannya. Jemarinya yang besar menggenggam cangkir itu, namun ia tidak meminumnya. Ia hanya duduk dengan gugup, matanya sesekali melirik Bapak dan Ibu yang duduk di seberangnya. Ares menelan salivanya dengan berat. Keringat dingin muncul di pelipisnya, meskipun suasana ruangan tidak panas. Ia tahu ini adalah momen penting, dan ia harus memilih kata-katanya dengan hati-hati. Dengan suara lembut, namun tegas, Ares akhirnya bicara, "Pak, Bu, saya ingin membawa Valora bertemu orang tua saya." Bapak, yang sejak tadi menatap Ares dengan pandangan tajam, mengangkat satu alis. "Bertemu orang tua? Untuk apa?" tanyanya sin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN