Di ruang tamu yang hangat dan nyaman, Mama, Papa, Ares, dan Valora duduk bersama. Suasana awalnya tenang, namun pertanyaan yang dilontarkan Mama membuat suasana berubah. Mama menatap Valora dengan senyum lembutnya, lalu dengan suara penuh kehangatan bertanya, “Valora, kapan kami bisa ke rumahmu? Kami ingin melamar secara resmi untuk Ares.” Valora yang semula duduk dengan tenang langsung terdiam. Pertanyaan itu membuatnya gugup. Ia menoleh perlahan ke arah Ares, yang tersenyum penuh harap padanya. Tetapi Valora tidak bisa langsung menjawab. Ia menarik napas panjang, berusaha menenangkan hati yang mendadak berdebar. Setelah hening sejenak, Valora akhirnya berkata dengan suara pelan, “Rumah kami ada di Surabaya.” Mendengar itu, Ares terperanjat. “Surabaya?” tanyanya, suaranya sedikit

