Pagi itu, suasana apartemen Valora dipenuhi kehangatan dan kesederhanaan yang selalu menenangkan. Aroma masakan sarapan pagi sudah lama hilang, namun keharuman ruangan tetap terasa hangat. Hari ini adalah hari yang penting. Hari di mana orang tua Ares, Tuan Hardi dan Nyonya Meira, datang untuk bertemu dengan keluarga Valora secara resmi, membawa niat baik untuk melamar Valora secara langsung. Di ruang tamu, Bapak dan Ibu Valora menunggu dengan penuh antisipasi. Bapak duduk di sofa dengan wajah santai, sementara Ibu sibuk merapikan hal-hal kecil di sekitar ruangan, memastikan segalanya terlihat sempurna. Ketika pintu apartemen diketuk, Ibu langsung melangkah menuju pintu dengan senyuman ramah. “Selamat pagi,” sapa Tuan Hardi begitu pintu terbuka. Dia membawa kotak kue besar di tangann

