Malam itu terasa sangat istimewa bagi Ares. Hatinya dipenuhi dengan kebahagiaan yang meluap-luap. Setelah melamar Valora di tepi danau yang penuh kenangan, dia tidak bisa melepaskan genggaman tangan Valora. Rasanya, seluruh dunia berhenti berputar kecuali mereka berdua. Genggaman tangan Valora adalah simbol dari komitmen mereka, langkah pertama menuju kehidupan baru yang akan mereka jalani bersama. Ares duduk di kursi pengemudi, menatap tangan Valora yang kini ada dalam genggamannya. Setiap detik, setiap momen, terasa begitu berharga. Saat matanya bertemu dengan Valora yang duduk di sampingnya, dia tidak bisa menahan senyuman lebar yang terbentuk di wajahnya. “Valora...” Ares memulai, suaranya terdengar lembut dan penuh perasaan. “Aku benar-benar bahagia. Kamu tahu itu kan? Kamu sudah

