Pagi-pagi buta, saat matahari baru saja menunjukkan sinar pertamanya, Ares sudah duduk di ruang tamunya dengan wajah serius dan senyuman yang sulit dihilangkan. Ponselnya tergeletak di meja di depannya, dan sesekali ia menatapnya dengan penuh semangat. Hari ini adalah hari yang sangat penting baginya, dan ia tahu betul bahwa untuk membuat momen ini sempurna, ia membutuhkan bantuan orang-orang yang benar-benar ia percayai—teman-temannya. Pukul lima pagi, Ares memanggil Kean, Gavin, dan Revando. Ketiga lelaki itu adalah sahabat dekatnya, orang-orang yang selalu ada di sisi Ares dalam suka dan duka. Namun, pagi ini mereka harus bangun lebih awal dari biasanya. Ares sudah menyiapkan rencana besar dan tidak bisa menunggu lagi untuk mewujudkannya. Kean adalah yang pertama datang, meskipun masi

