Setelah sarapan selesai, keheningan sejenak meliputi ruang makan apartemen. Piring-piring kosong telah dikumpulkan oleh Ibu, sementara Ares duduk dengan tenang, mengamati Valora yang tengah membereskan sisa-sisa makanan di meja. Meski suasana tampak tenang, ada ketegangan halus yang masih terasa di antara mereka. Ares menyeka mulutnya dengan serbet dan menatap Valora dengan senyum penuh harap. "Valora, bagaimana kalau aku mengantarmu ke toko kue hari ini?" tawarnya, berusaha terdengar santai. Valora menoleh sebentar, lalu menggeleng pelan. "Aku tidak ke toko kue hari ini," jawabnya singkat. "Aku akan beristirahat di rumah saja." Ares terdiam sejenak, tapi tidak menyerah. "Kalau begitu," lanjutnya, mencoba nada ceria, "bagaimana kalau kita jalan-jalan saja? Aku bisa mengajak kalian

