Larangan Vanko barusan membuat kedua perempuan yang juga akan masuk ke dalam mobil jadi nyengir kuda. Tetapi, cengiran itu terlihat sangat canggung. Bahkan Trisa saja sampai menggaruk-garuk tengkuknya yang sama sekali tidak terasa gatal. Sedangkan Gea, dia masih mematung memikirkan apa yang barusan dikatakan oleh Vanko. Sementara mereka berdua merasa terintimidasi oleh Vanko, berbeda dengan Sani yang terdengar malah cekakak-cekikik dari seberang kantor sana. Walaupun Sani tidak ada bersama mereka bertiga, namun dia bisa membayangkan apa yang terjadi sekarang ini. Sani bahkan sudah melihat gambaran jelas dari kamera yang dibawa oleh ketiga rekannya. Sehingga dia pun seolah-olah ikut hanyut dalam suasana yang dialami oleh Trisa dan Gea. "Buang sepatu kalian, dan beli sendal di minimarket s

