Samar-samar, Becca seperti melihat ruang kamarnya yang berada di hunian orang tuanya di Jakarta. Perlahan-lahan, gadis itu berusaha membuka kelopak matanya yang terasa berat. Belum sampai dia membuka mata, sebuah suara sudah menyapanya terlebih dahulu. "Sadar juga kamu akhirnya." sapa dari seseorang yang suaranya sangat Becca kenali. Belum sampai Becca memanggil orang yang menyapanya, wajah Gina sudah lebih dulu nampak di depan kedua bola matanya. Becca langsung menegakkan kepalanya dan berniat bangun. Tetapi usahanya gagal ketika dia sadar bahwa tubuhnya sekarang diikat di sebuah kursi. Tentu saja hal ini membuat Becca tidak bisa bergerak sama sekali. Gadis itu berusaha melepaskan dirinya dari ikatan tali yang melilit di sekujur tubuhnya. Akan tetapi hasilnya tetap sama. Nihil! Gina te

