“Din, kamu apa-apaan?” tanyaku dengan suara yang sedikit bergetar. Kedua mataku tertuju pada dinding kamarnya. Memandangi beberapa poster kupikir sedikit aneh namun menakjubkan. “Bagus gak,?” tanya Dinda seraya memeluk tanganku sambil sama-sama memandangi dinding yang di sana terpampang dua banner berukuran kira-kira 2x1 meter, dengan gambar seorang lelaki yang hanya berhanduk sedang memeluk seorang gadis cantik di sebuah kamar bilas kolam renang. Adegan yang terjadi di kamar bilas kolam renang antara aku dan Dinda, kini telah terpampang di dinding kamar Dinda dengan tulisan ‘Pras, I love you’ dan ‘Pras Maafin Dinda’ “Ini kapan bikinnya, Din?” tanyaku seraya memeluk kepala Dinda yang bersandar di bahu kananku. “Ada deh!” balasnya seraya memeluk pinggangku. “Rahasia aku dan Akmal, heh