"Drama yang anda buat terlalu kuno, Tuan," ejek Sekertaris Roy di tengah penungguan. Ya, mereka sudah berada di rumah sakit saat ini. Menunggu Gabriel yang sejak tadi tak kunjung keluar. Sementara Sekertaris Roy? Ia tidak ingin diobati sebelum anak kekasihnya sembuh. Hanya dibersihkan kemudian dibalut asal. Tunggu, anak kekasih? Mungkinkah Sekertaris Roy benar-benar mencintai Prajurit Yunda dan putranya? Mau mengakui anak mereka sebagai anaknya? Entahlah, hanya tuhan yang tahu. Tak terima, Lucian menatap tajam. "Tapi itu tidak lebih kuno daripada penantianmu yang tidak menghasilkan itu!" ejek Lucian balik. Ia tidak menyangka jika ternyata Sekertaris Roy ada sisi bodohnya juga. Ingin sekali mengahajar tapi ia tahan. Sebenarnya Sekertaris Roy ingin sekali mengucapkan terima kasih, tapi

