"Nona, apa yang anda lakukan di sini?!" "Prajurit Yunda, aku sedang mencari baju untuk calon bayiku, dan mereka tiba-tiba datang menggangguku," lirih Dinda terlihat begitu menyedihkan. Bajunya berantakan, dengan isi tas yang sudah berserakan. Melihat itu darah Prajurit Yunda mendidih, hal seperti inilah yang ia benci. Melihat seorang wanita diperlakukan tidak manusiawi oleh para lelaki b******n seperti mereka. Bersiap menghajar, Prajurit Yunda melakukan pemanasan kepala dan tangan terlebih dahulu. Membuat para preman tadi tertawa terbahak-bahak. "Lihatlah, dia sedang sedang hamil sepertinya." Semakin tertawa terbahak-bahak, semakin membuat Dinda bersemangat melenyapkan mereka. Dan benar saja, dengan satu gerakan kilat sukses membuat mereka semua terkapar. Tak terima kalah begitu saja,

