"Sayang, apa menurutmu tempat ini bagus?" tanya Lucian saat mereka sudah tiba di kampus tempat mereka menimba ilmu dulu. Jika bukan karena Dinda, mungkin Lucian tidak akan masuk universitas swasta ini. Ia pasti akan masuk universitas negeri yang lebih bergengsi. Jadi Lucian mengenal Dinda jauh sebelum itu? Tentu saja. Gadis ini selalu Lucian lihat saat sedang membawa sepeda, sedang dia duduk di atas mobil mewah dengan perlengkapan yang lengkap. "Sebenarnya tidak. Jika ayah mau mendanaiku, mungkin aku akan masuk universitas lebih bagus." "Kenapa tidak?" Dinda terdiam sebentar, menatap bangunan besar di depannya dengan tatapan kosong. Sebenarnya bukan hanya Lucian, Dinda juga banyak mengalami penderitaan. Selama kuliah, ia harus menerima banyak kenyataan pahit. Kematian sang ibu, perseli

