"Kenapa? Apa ada masalah, hm?!" tanya Lucian saat Dinda tiba di mobilnya dengan wajah cemberut. Ya, Lucian memang tidak masuk ke dalam rumah itu dan hanya menunggunya di dalam mobil. Langsung menghangat mendapat perlakuan dari Lucian, Dinda segera tersenyum, "Gapapa ko, cuman sedikit ngantuk aja tadi." "Ngantuk? Apa kamu mau aku membatalkan pertemuannya?!" Dibuat merasa bersalah, Dinda segera menimpal, "Ah, tidak. Maksudku tadi, bukan sekarang. Jadi ngga usah dibatalin ya. Kasian juga ayahmu pasti sudah menunggu." "Gapapa, jika kamu ngantuk aku bisa bilang padanya sekarang." "Jangan!" Merampas ponsel milik Lucian, Dinda jadi serba salah sendiri. "Aku sudah ngga ngantuk. Jadi janga tolong dibatalin, ya!" "Baik, tapi cium aku dulu." Ha? Dinda menatap Sekertaris Roy yang hanya diam d

