"Sayang kamu di sini?!" Dinda tersenyum kecut. Setelah Lucian mengatakan hal itu, dengan tidak tahu malunya dia masih memanggil sayang? Dasar para kumpulan pria b******k memang! "Aku ke sasar!" Sudah hendak pergi, Lucian segera menarik tangan Dinda dan memeluknya. "Sayang, aku tahu kamu berbohong padaku. Bagaimana bisa kamu mengatakan ke sasar, padahal jelas-jelas ingin menemuiku." "Lalu apa yang harus aku katakan? Ingin bertemu tapi yang ditemui malah menolakku?" "Sayang, bukan begitu maksudku. Aku berniat menemuiku setelah pekerjaan selesai nanti. Kamu lihat, aku bahkan belum makan sesuap pun." Mencoba membujuk, Dinda malah melihat sup mangkuk yang benar-benar jelas bukan darinya. "Sup itu?!" "Sup itu diberikan oleh Nona Vivi sebelum dia pamit pulang tadi." Melihat Sekretaris

