"Tuan, Anda mau kemana?" tanya Tia saat tuan Leon beranjak pergi. "Apa kau ingin aku tidur di sini?" tanya tuan Leon balik dengan senyum genit. "Tidak! Bukan itu maksud saya. Kenapa Anda mengurung saya di sini seolah saya adalah tawanan Anda?" Tuan Leon mengernyitkan dahi menatap Tia. "Saya ingin pulang... Saya tidak akan lari dari janji saya untuk menikah dengan Anda. Tapi tolong biarkan saya pulang." Ujar Tia. "Baiklah, aku percaya pada ucapanmu. Tapi jamgan pernah coba-coba mengkelabuiku, aku akan marah!" "Saya tidak berani tuan," ujar Tia menunduk. "Baik kalau begitu, aku akan menyuruh supir mengantarmu pulang." Ujarnya membiarkan pintu tetap terbuka. Tia mengikuti tuan Leon dari belakang. "Terima kasih, Tuan," ujar Tia. ** Tia menarik napas lega saat turun dari mobil. Bergeg

