Tia berdiri mematung saat tuan Leon dan mister Jhon datang mendekat. Jantungnya berdetak lebih cepat, seolah sedang menunggu sebuah sidang. “Sayangku. Ada apa? kenapa kau terlihat begitu takut? Siapa yang mengganggumu?” tanya tuan Leon saat tiba di depan Tia. “Hm? E ….” Tia bingung harus jawab apa. tanpa sadar matanya kembali melirik mister Jhon. Lelaki itu memandangnya datar, lalu pergi berlalu. “Apa yang kalian bicarakan?” tanya Tia tak sanggup lagi menyembunyikan rasa penasarannya. “Itu rahasia lelaki, hahaha …” gelak tuan Leon gemas melihat wajah Tia yang cemberut. “Ayo kita bergabung bersama mereka. Udara dingin ini, membuat perutku cepat lapar,” ujar tuan Leon menjulurkan tangan pada Tia. Tia segera menyambut tangan itu. Hatinya sedikit lega melihat sikap tuan Leon yang tidak b

