Langit pun redup, pertanda malam akan segera tiba. Angin dingin mulai menusuk tulang. Para pendaki mulai bersiap menyalakan api unggun di dekat tenda masing masing. Kegiatan mendaki cukup popular di kalangan muda-mudi Jerman. Sehingga tempat itu terlihat cukup ramai. Sebuah helicopter mendarat tak jauh dari tempat Jhon dan teman-tenanya membuat perapian. Terlihat Eva, dan Jesica turun dari sana. Steve segera menyambut istrinya, Eva. Sedangkan Derry hanya diam tertegun melihat Jesica datang bersama Eva. Jarang-jarang Jesica mau datang ke hutan belantara yang jauh dari segala fasilitas mewah. “Hai, Derry,” sapa Jesica mendekat. “Hai, Jesi. Angin apa yang membawamu sampai ke tempat ini?” “Ahaha … Angin rindu,” sahut Jesica ambigu, menggelitik hati Derry. “Ohya? Rindu pada siapa?” t

