Tamat

2725 Kata

“Assalammualaikum,” sapa Gagah mendekati Tia yang duduk di tepi tempat tidur. “Waalaikum salam,” sahut Tia pelen sembari mengangkat wajahnya menatap Gagah tersipu-sipu. Seuntai senyum terukir di wajah Gagah memandang Tia yang menatapnya malu-malu. “Maaf, ya. Aku membuat pernikahan kita begitu sederhana,” ujar Gagah duduk disamping Tia. Disentuhnya jemari lentik itu, lalu menciumnya dengan lembut. “Dan, terima kasih sudah datang untukku!” bisiknya menatap Tia lekat, menikmati wajah ayu itu. Tia balas menatap Gagah dengan senyum terkulum, rona di wajahnya menampakkan isi hatinya yang sedang berbunga-bunga, “Terima kasih, Mas, sudah memilih aku,” ujarnya menatap mata Gagah lekat. Sesaat kemudian dia menunduk. Ia tidak sanggup berlama-lama menatap mata teduh itu, tubuhnya seperti melel

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN