Session 2 Part 44

2248 Kata

Siang itu Mentari bersinar lembut. AC yang di pasang di beberapa titik tenda, tidak mampu memberi kesejukan di tubuh Tia. Tubuhnya basah oleh keringat. Sejujurnya perutnya mules setiap menatap pungung Gagah yang duduk membelakanginya. Tia mengarahkan kameranya ke punggung Gagah, lalu menjepretnya. Hasil foto itu, ia kirim pada bunda. [Di sini ada mas Gagah, bun!”] tulis Tia mengirim pesan. Sesaat kemudian pesannya di balas. [Terus gimana?] [Ngga Tau] Pesan singkat itu terhenti. Tia menarik napas dalam, menetralkan degupan jantungnya yang berdetak kencang. Baru kali ini ia merasa sesak napas menatap pungung lelaki. Tia mengelap keringat di wajahnya yang terus mengalir. Mata Tia membulat saat melihat Gagah bergerak lalu menoleh ke belakang. SERR Darah Tia berdesir. Seketika tubuhny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN