Usai sarapan, Tia dan bunda segera berangkat ke Jakarta. Sesuai permintaan Aleesa, mereka akan berkumpul di rumah Aleesa yang lama. Jose sudah memugar kembali rumah itu ke bentuk semula. “Assalammualaikum,” ujar Tia dan bunda saat memasuki pintu rumah Aleesa yang terbuka lebar. “Waalikum salam” sahut Aleesa semringah menyambat bunda dan Tia. Ia memeluk bunda erat, rasa harus dan bahagia membuncah di dadanya melihat penampilan bunda yang baru. Setelah puas menumpahkan rindunya pada bunda, Aleesa berganti memeluk Tia. “Yang sabar ya, mba Tia,” bisik Aleesa menepuk Pundak Tia pelan. “Insya Allah. Aku baik-baik saja, kok.” Sahut Tia tersenyum ramah. “Kapan sampainya, Ca?” tanya bunda mencairankan suasana. “Subuh tadi, bun. Ayo duduk,” ujar Aleesa mengajak bunda dan Tia duduk di sofa. “

