“Nak Jhon sudah datang?” tanya mama tersenyum ramah. “Sudah, Ma.” Sahut Jhon sopan. “Saya buru-buru datang ke sini. Tadinya saya pikir masih bertemu dengan Isyam, tapi ternyata dia sudah duluan pergi ke kantor sebelum saya tiba.” “Iya, Nak Jhon. Tapi nanti dia datang ke sini lagi setelah pulang kerja. Biasanya jam lima, Isyam sudah pulang.” Jhon mengangguk, “Kalau begitu nanti jam lima saya datang lagi,” ujar Jhon pamit. Ia tidak enak hati berada di ruangan itu tanpa ada Isyam di sana, ia khawatir mengganggu privasi mereka. “Silakan, Nak Jhon. Isyam juga pasti ingin bertemu nak Jhon,” “Baik, Ma. Terima kasih, Assalammualikum,” ujar Jhon sebelum meninggalkan ruangan itu. Lalu bergegas kembali ke mobilnya. Jhon diam di dalam mobil. Di raihnya ponselnya lalu mencari nama Tia. Sejenak t

