Ponsel Aksa bergetar tepat saat ia baru saja duduk di kursi kerjanya, setelah usai makan siang tadi dia lanjut meeting. Aksa menatap layar ponselnya. Nama yang tertera di layar membuatnya mengernyit heran. Tumben, pikirnya. Sebab yang kini sedang menelpon dia adalah Ramdan, pengawal pribadi kakeknya. Semenjak kakek sering masuk rumah sakit juga kakek yang sering hilang sebab suka bepergian sendirian, Ramdan yang dulunya lebih banyak membantu hal-hal penting saja, sekarang benar-benar nonstop mengawal kakeknya. Itupun atas perintah papanya Aksa yang makin khawatir dengan kondisi kesehatan kakek Sastro yang tubuhnya makin renta. Mendadak jantungnya berdetak kencang. Jangan-jangan terjadi sesuatu lagi pada sang kakek. Tanpa pikir panjang, Aksa langsung menjawab panggilan tersebut. "Halo, Ra

