14. Belum Saatnya

1047 Kata

Mobil hitam yang dikendarai oleh Jodi berhenti mulus di halaman rumah milik keluarga Luna. Mesin masih menyala ketika Dani yang sejak tadi duduk di teras langsung berdiri, menghampiri pintu bagian samping lalu membantu Pak Burhan turun lebih dulu dari dalam mobil. Karena dia mengendarai motor, Dani memang tiba lebih cepat karena tidak terjebak macet seperti mereka. “Pak, pelan-pelan,” ucap Dani sigap, menahan lengan Pak Burhan dengan hati-hati. “Iya, Nak,” jawab Pak Burhan sambil tersenyum tipis. Wajahnya tampak lelah, tapi jelas lebih segar dibanding beberapa hari lalu. Bu Wulan lebih dulu membuka pintu yang masih terkunci sementara Luna membawa barang-barang. Jodi ikut turun, membuka bagasi, lalu mengeluarkan satu per satu barang yang tadi sebagian tersimpan di sana. Semuanya disusun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN