13. Pelan-pelan Saja

1336 Kata

Luna sedang sibuk mengecek satu per satu barang yang sudah ia packing. Jangan sampai saat meninggalkan rumah sakit, ada barang pribadi yang tertinggal sebab pagi ini Pak Burhan sudah diijinkan pulang setelah ada tiga mingguan dirawat di rumah sakit ini. Kantong plastik berisi obat, map cokelat berisi hasil pemeriksaan, pakaian ganti bapaknya, hingga termos kecil milik ibunya sudah tersusun rapi. Tangannya bergerak cepat, tapi pikirannya melayang ke mana-mana. Gadis semuda itu harus dipaksa memikul beban berat di pundaknya. Tidak hanya sebagai pencari nafkah, tapi juga hampir semua masalah ia pendam sendirian. Kondisi bapaknya memang sudah jauh lebih baik. Wajah Pak Burhan tak lagi sepucat beberapa hari lalu, napasnya lebih teratur, dan senyumnya sudah sering muncul. Namun justru itu yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN