Baru saja Luna tiba di kantor. Bahkan tas kerjanya saja baru ia masukkan ke dalam laci ketika seorang teman bernama Risti mendekatinya. “Luna,” bisik Risti, rekan kerjanya, sambil mendekat. “Tadi kamu dicari Pak Arif.” Pak Arif adalah kepala HRD di Mahendra Sentra Utama. Tentu saja Luna deg-degan karena ia pikir Pak Arif mencarinya sebab hari ini dia masuk kerja satu jam mendekati waktu istirahat. Tapi dia sudah izin kemarin dan disetujui. “Pak Arif nyari aku ada apa ya, Ris?” tanya Luna harap-harap cemas. “Nggak tau, Lun. Kayaknya penting. Coba sih kamu telepon." Luna menelan ludah. Ia pun meraih gagang telepon yang ada di atas meja kerja, lalu mendial nomor extension ruangan Pak Arif. “Selamat siang, Pak,” ucap Luna sopan. "Ini Luna. Apa benar bapak mencari saya tadi?" “Iya, Luna,

