11. Kerumitan Hidup Luna

1740 Kata

Makan malam keluarga Mahendra malam itu berlangsung lebih hangat sebab semua anggota keluarga berkumpul bersama. Aksa duduk di kursinya dengan sikap tenang, meski di balik wajah datarnya, dadanya berdebar keras. Malam ini ia sudah bertekad. Ia tidak akan mundur untuk mengatakan keinginannya menikahi Aluna pada kedua orangtuanya. Baskara Mahendra duduk di singgasananya, wibawanya tetap terasa meski tak ada jas yang melekat di tubuhnya. Di sampingnya, Anindya Mahendra tampak anggun seperti biasa, namun sorot matanya sesekali mengarah ke Aksa, seolah mencoba membaca sesuatu dari putra sulungnya itu. Di sisi lain, Kakek Sastro Mahendra menikmati makanannya dengan gerakan pelan, seperti orang yang sudah tahu bahwa percakapan penting akan segera dimulai. Kursi kosong di sudut meja seolah men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN