25. Permintaan Pindah Rumah

1404 Kata

Koridor rumah sakit malam itu terasa lebih sepi dan tenang. Lampu-lampu putih memantulkan bayangan langkah mereka di lantai mengilap. Aksa berjalan sedikit lebih pelan menyesuaikan ritme Luna. Meski perempuan itu bersikeras baik-baik saja, cara ia menapak masih memperlihatkan sisa nyeri. Sampai di depan pintu ruang rawat Kakek Sastro, Aksa membukanya dan meminta Luna untuk masuk. Setelahnya, Aksa menutup pintu tersebut. Tanpa Luna duga jika begitu saja tangan kekar Aksa meraih pinggang rampingnya. Untuk sesaat tubuh Luna menegang merasakan cengkeraman yang erat dan hangat. Luna mendongak ingin mengajukan protesnya, tapi Aksa malah menuntunnya melangkah mendekati ranjang Kakek Sastro, dengan disertai senyuman lebar. Melihat keduanya, suara hangat kakek Sastro langsung menyambut. “Kalian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN