18. Cemburu!

1704 Kata

Demam Fafa sudah sepenuhnya turun, hanya memang dia masih belum diperbolehkan pulang. Tinggal menunggu satu kali pemeriksaan lagi. Jika benar-benar membaik, maka harusnya boleh pulang. Jika tidak, mungkin harus nambah hari. Semalam suntuk aku menunggu Fafa sendirian. Tidak bisa tidur. Padahal Fafa tidak rewel, hanya rasanya aku merasa perlu terus terjaga. Rasa khawatir terus mendominasi. “Fafa gimana kodisinya hari ini?” tanyaku saat melihat Fafa membuka mata. Tadi dia sempat tidur setelah diperiksa. “Baik, Mama.” “Ada yang sakit? Atau enggak ada?” Fafa menggeleng pelan. “Enggak ada. Aku baik-baik aja.” “Enggak pusing?” “Kalau pusing, dikiiit!” Fafa meringis lucu. Deretan giginya yang kecil-kecil selalu membuatku gemas sendiri. “Nanti kalau Fafa udah sembuh, Mama beliin jajan sama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN