37. [Bukan] Tentang Bunga

1702 Kata

“Udah mendingan, Na?” tanya Mas Dewa ketika dia baru saja keluar dari kamar Fafa. Anak itu sejak dibawa pulang sudah tidur. Jadi, oleh Mas Dewa langsung dibawa ke kamar. “Udah. Aku juga bisa ngajar, tadi.” “Padahal kalau izin harusnya enggak masalah.” Aku menggeleng. “Enggak mau. Enggak nyaman kalau tidur terus. Mending buat aktivitas. Toh hari ini ngajarku cuma dikit.” “Berapa SKS?” “Lima. Pagi 3 SKS, siang 2 SKS.” “Oh …” Mas Dewa manggut-manggut. “Tapi enggak memburuk, kan?” “Enggak, kok.” “Syukurlah.” Entah kenapa, malam ini rasanya mendadak canggung sekali. Aku juga tidak mengerti kenapa bisa begini. Pokoknya rasanya sangat kikuk. Sejujurnya, tadi siang saat aku makan, tiba-tiba aku mengingat bayangan yang cukup aneh. Aneh dalam arti, dalam bayangan itu rasanya nyaris mustahi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN