“Bu Yuna enggak langsung pulang ke kota?” tanya Pak Rizki begitu kami keluar dari bandara malam hari. Seperti kesepakatan sebelumnya, kami memang pulang bersama. Mas Zayn sendiri jadinya belum pulang. Dia extend sampai lusa. Entah apa tugasnya sampai selama itu di Surabaya. “Iya, Pak. Saya harus jemput anak saya dulu soalnya.” “Lho? Memangnya Fafa di mana, Bu?” “Di Havenwood.” Mata Pak Rizki langsung melebar. “Fafa di Havenwood? Hotel bagus dekat Bandara itu, kan?” “Betul, Pak.” “Sama siapa di sana?” “Sama … “ aku agak ragu mengatakannya. Pasalnya, teman dosen tahunya ayah kandung Fafa sudah meninggal. Aku juga belum pernah mengonfirmasi lagi kalau sebenarnya ayah kandung Fafa masih hidup dan sehat wal afiat. “Bu?” Pak Rizki mengibaskan tangan di depanku. “Bu Yuna?” “A-ah … maaf,

