Papa: [Cala, Papa udah nyampe. Udah lihat patung singa yang Cala suka. Nanti kita ke sini sama-sama, ya.] Ada pesan dari gerangan disertai foto, Ancala kerucutkan bibir. Namun, dia senyum di detik selanjutnya. Papa betul-betul menikmati me time-nya di negeri orang. Ya sudahlah, yang penting papa bahagia. Toh, di sini Ancala juga senang-senang, kok. "Lagi chatingan sama siapa?" Tiba-tiba, itu suara Pak Galak. Ancala auto menoleh. Posisinya kini masih rebah di kasur, pagi itu, berselimut hingga menutupi dadanya yang tidak berbusana. Setelah semalam Ancala diitu-inikan oleh gerangan. Ehm. Ancala terpikir; isengin, ah. "Menurut Mas siapa?" Ponsel yang Ancala genggam hendak Galaksi ambil, tetapi Ancala dengan sigap menjauhkan. Pun, katanya, "Bentar, aku bales chat Wildan dulu." Wildan?