42. Sakti Mandraguna

1538 Kata

"Oh ... begitu?" Di ruang keluarga, siang menuju sorenya, Alinea dan Aksara masih menemani Ancala di sana. Tentu saja sampai Mas Gala pulang nanti. Well, Ancala mengeluarkan semua camilan yang dia punya hanya agar cucu-cucunya Bang Awan itu betah di sini. Karena telepon Ancala kepada Galaksi tidak diangkat, untuk kali ini dia mau mencoba berpikir positif bahwa bisa jadi Mas Galanya sedang meeting penting, atau lain hal yang memang mengharuskannya begitu. Ancala tidak marah, tidak ngambek lagi, dia bahkan mengirimkan pesan terkait apa yang sebetulnya ingin diri ini sampaikan. Tanpa ada omelan, tanpa ada kata-kata kejengkelan, pun tanpa ada sindiran. Sudah fix. Ancala mulai membuka hati dan pikiran untuk memaklumi hal yang sebetulnya menyebalkan. Sejatinya, dia telah benar-benar memutusk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN