Marry menatap kakak iparnya diam-diam. Mereka duduk di restoran, memesan banyak makanan tapi tidak ada yang selera. Ternyata, lebih menyenangkan saat memesan dari pada harus memakannya. “Kenapa nggak dimakan. Sayang, ikannya dingin.” Nadya menyodorkan piring berisi ikan gurami asam manis ke arah Marry. “Aku yang bayar.” Marry tersenyum. “Mau bikin aku gendut, Kakak Ipar?” Nadya melambaikan tangan. “Haih, kamu ini berpikiran buruk aja. Mau gendut atau nggak, itu bukan dari aku tapi bagaimana tubuhmu. Ngomong-ngomong, kamu memang kelihatan sedikit gendut” Marry menahan helaan napas panjang, sementara hatinya dipenuhi gerutu. Sejak pagi ia belum makan, dan perutnya sudah protes minta diisi. Tadinya ia ingin menikmati makan siang tanpa gangguan, menandaskan semua hidangan yang dipesan tanp

