BAB 25

1318 Kata

“Apa kamu sudah tahu, kalau si anak k*****t itu pergi ke pabrik?” Elias mengangguk. “Tahu, Manajer memberiku laporan.” “Bukankah itu benar-benar kurang ajar? Apa maksudnya datang ke pabrik tanpa memberitahu kita. Bagaimanapun, perusahaan itu diwariskan untuk kita dan sudah semestinya, kalau mau melakukan sesuatu harusnya ijin.” Elias mendengarkan dalam diam setiap keluh kesah dan rasa frustrasi yang meluncur dari bibir adiknya. Hatinya ikut bergejolak, dipenuhi amarah dan kekesalan terhadap Zayne. Tindakan kurang ajar dan seenaknya keponakannya itu sungguh tak bisa dimaafkan, namun kini semuanya sudah terlambat untuk dicegah. Zayne telah pergi bersama Robert, mengambil alih kendali dan mengacak-acak pabrik tanpa memedulikan sistem yang sudah ada. Ia menerapkan aturan-aturan baru sesuka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN