Jeniffer duduk dengan tenang, menyilangkan kaki, dan menatap orang-orang yang kini berada di depannya. Ia tidak mengenal mereka sama sekali. Awalnya, ketika asistennya menyampaikan bahwa ada pihak yang ingin bertemu, ia mengira hal itu berkaitan dengan pekerjaan. Namun ternyata dugaan itu keliru. Orang-orang ini memperkenalkan diri sebagai keluarga Zayne dan menyatakan ingin berbicara secara pribadi dengannya. Salah satu keluarga yang hadir membawa anak gadis. Mereka memulai percakapan dengan nada ramah. Sang ibu memuji kecantikan Jeniffer, menyebut kulitnya halus dan terawat. Sang anak gadis bahkan dengan berani mengatakan bahwa ia mengikuti akun media sosial Jeniffer karena kagum dengan penampilannya. Jeniffer mendengarkan dengan wajah datar, tidak menunjukkan ekspresi berlebihan. Sema

