BAB 37

1302 Kata

Zayne tidak melepaskan bibir Arielle, meski gadis itu berusaha menghindar. Ciumannya dalam, menuntut, seolah ingin membungkam semua penolakan yang pernah terucap. Ia tidak ingin malam ini dirusak oleh keluhan atau amarah. Ia hanya ingin Arielle diam, menyerah pada pelukannya, merasakan kehangatan yang ia tawarkan. Ia ingin gadis itu berhenti berpikir, berhenti menolak, dan membiarkan dirinya tenggelam dalam cumbuan yang ia berikan tanpa jeda. “Kak, ini di luar,” bisik Arielle tersengal, di sela cumbuan mereka. Zayne tidak peduli, melepas dua kancing blus Arielle dan mengisap kulitnya. “Biarkan saja, kita sudah suami istri.” “Tapi ... ah.” Dengan gerakan nyaris refleks, Zayne menurunkan sandaran kursi Arielle, lalu tubuhnya menyusul, menindih lembut tubuh sang istri. Bibirnya kembali me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN