Restoran ramai oleh pengunjung, para pelayan berlalu lalang. Semua orang seakan-akan tersingkap minggir saat Robert datang. Laki-laki itu datang dengan tergopoh-gopoh seolah sedang mengejar sesuatu. Ulfa menatap Robert dengan bingung, lalu mengernyit. “Kenapa aku nggak boleh sama cowok lain?” Robert menghela napas panjang, tidak memedulikan Arielle dan Zayne yang duduk menahan tawa, ia menarik kursi dan duduk di sebelah Ulfa. Setelah sebelumnya, mengusir satu pengasuh yang duduk di sana. Ia berusaha menggenggam tangan Ulfa tapi ditepiskan oleh gadis itu. “Pak, aku lagi makan,” ucap Ulfa ketus. Robert tersenyum, seolah-olah sedang bicara dengan anak kecil. “Iya, makan yang banyak. Aku tunggu.” “Kenapa nunggu? Yang bayar mereka.” Ulfa menunjuk Arielle dan Zayne dengan dagunya. Arielle

