Zayne berdiri di depan ruang rawat dengan wajah tegang. Robert berada di sampingnya, sama-sama menunggu kabar dari dokter yang sedang memeriksa Lusia. Semalam mereka menerima informasi bahwa Lusia sudah siuman, sebuah perkembangan penting setelah beberapa hari tidak ada kepastian. Zayne segera menghubungi pihak kepolisian untuk memperketat penjagaan. Ia tahu, posisi Lusia sebagai pegawai PT Teja sekaligus saksi kunci penyelewengan dana perusahaan membuatnya berada dalam bahaya. Setiap langkah harus diperhitungkan agar tidak ada celah bagi orang yang ingin mencelakainya. Setelah menunggu beberapa saat, dokter akhirnya keluar dan memberi izin untuk menjenguk. Zayne memilih hanya membawa Robert, tanpa orang lain. Ia ingin memastikan percakapan dengan Lusia berjalan tenang dan aman. Mereka me

