Arielle mengusap dasi suaminya. Ia merasa bangga karena baru saja berhasil memasang dasi. Sudah beberapa hari belajar, dan baru kali ini hasilnya rapi. “Perfect,” ucapnya dengan wajah berseri-seri. “Istri yang pintar,” puji Zayne. “Padahal hanya dasi, entah kenapa agak sulit.” “Lama-lama pasti mahir. Kalau udah jago, kamu bisa bantu aku memakai yang lain.” Arielle terbelalak. “Pakai yang lain? Contohnya apa?” Zayne mengedip jahil. “Yah, mungkin celana dalam.” “Idih, mesum.” Zayne meraih tubuh istrinya dan melayangkan ciuman kuat di bibir Arielle yang merah. Mereka kini tidur di kamar yang sama. Sesekali Axel ikut, tapi lebih banyak bersama pengasuh. Alasan para pengasuh membawa Axel tidur bersama mereka adalah untuk memberi kesempatan pada Arielle dan Zayne berbulan madu. Sebagai s

