Bersama Ulfa, Axel, dan beberapa pelayan pribadi, Arielle menginap di hotel yang akan menjadi tempat prosesi pernikahan. Robert menyewakan mereka dua buah kamar VIP. Ulfa yang baru pertama kali menginap di hotel mewah, tidak dapat menahan kekagumannya. “Gila, ini, sih, keren banget kamarnya. Eh, lo udah lihat ballroom tempat kalian nikah?” tanya Ulfa. Arielle menggeleng. “Belum, baguskah?” Ulfa menggeleng dengan wajah semringah. “Sangaaat! Rasanya gue juga mau nikah di tempat sebagus itu. Siapa yang dekor?” “Wedding planner. Gue pernah ditanya mau dekorasi seperti apa dan jawab satu kata, serba merah muda kalau bisa. Karena suka warna itu.” “Ah, pantas saja. Bunga-bunganya kebanyakan warna pink, campuran putih, dan kuning. Dekorasi dan lampu-lampunya juga. Pokoknya keren banget. Lo pa

