Shawn menarik dirinya membuat Namira langsung menghembuskan napas lega. Pergulatan bibir mereka yang tak bisa Namira jelaskan berapa lama, membuat Namira tak bisa bernapas. Belum lagi jantungnya yang menggila seperti bersiap meloncat keluar dari dalam dadanya. Baru Namira hendak menarik napas dalam, tiba-tiba Shawn menghambur memeluknya. Secara refleks Namira menahan napas. Tubuh Namira terasa kaku. "M-Mas.." ucap Namira terbata. "Bentar aja, Na. Kasih aku peluk kamu sebentar." Suara Shawn terdengar jauh dan berat. Pria itu menarik napas dalam. "Kamu nggak usah khawatir. Aku nggak akan apa-apain kamu tanpa seizin kamu. Aku nggak akan menyentuh kamu tanpa izin dari kamu. Aku janji." Haruskah Namira lega mendengarnya? Karena jujur saja, Namira memang sangat ketakutan tadi. Namira benar

