Shawn menatap pintu di depannya. Setelah pertimbangan panjang, Shawn akhirnya menjenguk Naomi ke rumah sakit. Shawn tak sendiri, ia ditemani oleh Pane. Tumben memang Pane bisa menemani Shawn di jadwal yang sangat padat ini. Shawn mengetuk beberapa kali kemudian melangkah masuk. Di dalam ruangan itu Naomi tak sendiri. Ada Mamanya di sana. Setelah berbasa-basi, Mama Naomi pamit. Naomi langsung sumbringah melihat kehadiran Shawn. "Shawn, aku kangen banget sama kamu.." Naomi langsung memeluk pinggang Shawn. Ia menangis tersedu-sedu. Shawn masih diam selama beberapa saat. Entah apa yang ada di dalam kepalanya. "Aku takut banget Shawn. Aku takut banget aku bakal kehilangan kamu selamanya. Aku takut banget Shawn.." Shawn menghembuskan napas pelan. Setelah dirasa cukup, Shawn mengurai pelu

