"Hendrik!" teriak Meylin, ketika melihat pria itu yang kini sudah jatuh dengan bersimbah darah. Ketika Meylin hendak berlari menghampiri Hendrik, dengan cepat Alan mengarahkan pistolnya ke arah wanita itu. Karena ia juga berniat ingin membunuh istrinya. Dor! "Ahhgg!" Suara orang meregang nyawa pun menggema di ruangan tersebut. Ternyata yang tertembak bukanlah Meylin, melainkan Alan. Karena sebelumnya Liana langsung menelepon polisi Singapura. Ketika wanita itu mendengar baku hantam yang terjadi antara suaminya dengan orang suruhan Alan. Polisi pun dengan sigap langsung berlari menghampiri Alan. Sementara Meylin berlari menghampiri Hendrik yang saat ini sudah banyak mengeluarkan darah di punggung sebelah kanannya. "Cepat, tolong dia! Aku mohon selamatkan dia Tuhan. Hiks-hiks." Kini

