"Papi, apakah benar yang Papi katakan itu?" tanya Meylin yang seakan tidak percaya. Akhirnya di saat ia sudah patah semangat, tiba-tiba Tuhan mengetuk pintu hati seseorang. Agar menyumbangkan darahnya. Demi keselamatan Hendrik. Ahyong pun mengangguk pasti. Karena ia sudah banyak berhutang budi dengan Hendrik yang sudah menyelamatkan nyawanya dan juga putrinya. Sudah saatnya ia membalas kebaikan pria itu. Dengan menyumbangkan darah yang ia miliki. Sementara Liana yang melihat pemandangan itu merasa sangat lega. Ketika suaminya sudah banyak berubah, lebih peduli dari sebelumnya. Sebenarnya ia tahu jika golongan darah yang dimiliki Ahyong adalah B+, sama seperti Hendrik. Namun, Liana memilih untuk tetap diam. Karena ia ingin Ahyong menyumbangkan darah itu atas dasar keinginannya sendiri.

