"Ko Ahyong, apa yang kau katakan itu benar, jika kau akan menyelamatkan Meylin putri kita?" tanya Liana dengan mata yang sudah berkaca-kaca menatap ke arah suaminya. Sambil menyilang kan kedua tangannya ke belakang, Ahyong mengangguk dengan pasti. Saat ini tatapan mata pria itu tajam bagaikan elang yang hendak menghunjam mangsanya. Kilatan-kilatan arah pun datang, saat Ahyong melihat foto putri sulungnya dengan wajah lebam, bahkan sampai mengeluarkan darah. Membuat pria itu terketuk hatinya ketika melihat penderitaan yang dirasakan oleh Meylin selama ini "Sebaiknya kau ikut bersamaku ke Singapura Liana. Karena Meylin pasti sangat membutuhkan dirimu untuk menemaninya di sana," pinta Ahyong yang kini mengalihkan tatapannya kepada wanita itu. Dengan cepat Liana pun menganggukkan kepala, m

